Memberikan segala informasi, tips dan tutorial tentang semua cabang olahraga.

Sunday, August 13, 2017

Sejarah perkembangan olahraga lempar lembing masuk di dunia dan Indonesia

Sejarah perkembangan olahraga lempar lembing masuk di dunia dan Indonesia.
Perbincangan mengenai sejarah olahraga, kiranya akan mengantarkan kita pada pemahaman mengenai peradaban suatu masyarakat. Olahraga tak hanya berupa aktivitas fisik, tapi juga menyimbolkan dinamika kebudayaan tempat olahraga itu populer dilakukan. Termasuk ketika membicarakan sejarah olahraga lempar lembing.
https://43sports.blogspot.com/2017/08/sejarah-lempar-lembing-indonesia.html

Sejarah Olahraga Lempar Lembing di Masa Yunani Kuno
Lempar lembing merupakan suatu aktivitas yang menuntut kecekatan dan kekuatan dalam melempar. Medianya berupa lembing, yaitu sejenis tombak, tapi lebih ringan dan kecil. Awal mulanya, lempar lembing lebih identik dengan aktivitas berburu nenek moyang manusia. Sebagaimana olahraga atletik lainnya, lempar lembing diadopsi dari kebiasaan kaum laki-laki pada zaman tersebut.
Aktivitas ini baru berkembang menjadi suatu olahraga ketika umat manusia memasuki masa bercocok tanam dan beternak, meninggalkan masa nomaden yang lebih kental dengan aktivitas berburunya. Manusia mulai menetap dengan membangun perkampungan atau perkotaan. Perubahan gaya hidup pun terjadi. Salah satunya adalah aktivitas fisik seperti melempar lembing tak lagi digunakan untuk berburu. Aktivitas itu dialihkan menjadi suatu olahraga yang dipertandingkan. Unsur untuk memperoleh makanan (berburu) berubah menjadi upaya pemenuhan akan hiburan dan prestasi.
Walaupun belum ditemukan catatan sejarah yang otentik mengenai lempar lembing, tapi sebagian ahli meyakini bahwa olahraga ini telah berkembang sejak zaman Yunani Klasik. Saat itu, lempar lembing termasuk olahraga yang populer. Tak kalah dengan olahraga jenis atletik lainnya, seperti lari, lompat, dan lempar cakram. Olahraga lain yang bernuansa militer pun juga sama populernya, seperti gulat, tinju, memanah, dan balap kereta. Hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan militer Yunani berpengaruh pada perkembangan olah raga mereka.
Banyak diketahui bahwa peradaban Yunani klasik adalah tempat lahirnya olahraga atletik saat ini. Bahkan, pertandingan Olimpiade pada zaman modern meniru Olimpiade yang pertama kali digagas oleh bangsa yang terkenal dengan para filsufnya itu. Termasuk masa dilangsungkannya, yaitu setiap empat tahun sekali.
Menelisik pada sejarahnya, Olimpiade pada masa Yunani klasik merupakan perayaan akbar bangsa Yunani. Tak hanya berisi pertandingan olahraga, tapi juga jadi tempat diselenggarakannya berbagai kemegahan seni dan budaya. Event ini merupakan ekspresi masyarakat Yunani untuk bersyukur dan menyembah para dewa kepercayaannya.
Nama Olimpiade sendiri diambil dari Gunung Olympus, tempat hidupnya para dewa mereka. Karenanya, Olimpiade punya nilai sakral. Pada saat acara tersebut berlangsung, segala konflik bersenjata (perang) dan eksekusi bagi para narapidana ditangguhkan. Tujuannya agar perayaan berlangsung damai. Sehingga para atlet yang bertanding bisa berkompetisi dalam suasana saling menghargai.
 
Sejarah Olahraga Lempar Lembing di Peradaban Lain
Selain ada di peradaban Yunani klasik. Lempar lembing juga tercatat dilakukan di beberapa peradaban klasik lainnya. Seperti peradaban Cina dan Mesir (Egypt) Klasik. Namun, tidak sepopuler seperti di peradaban Yunani. Olahraga yang populer di peradaban Cina Klasik adalah senam atau akrobat. Sedangkan di Mesir, olahraga yang paling digemari adalah renang dan memancing. Mengingat Sungai Nil sebagai pusat peradaban bangsa Mesir, menjadikan kedua olahraga tersebut yang lebih sering dilakukan oleh mereka. Termasuk juga untuk dipertandingkan.
Sehingga sangat beralasan jika banyak ahli yang lebih memilih peradaban Yunani klasik sebagai awal mulanya olahraga lempar lembing. Olahraga yang berakar pada aktivitas berburu leluhur manusia pada zaman purba.
 
Sejarah Olahraga Lempar Lembing di Olimpiade Modern
Lempar lembing dalam olimpiade modern merupakan cabang olahraga atletik yang mengharuskan atlitnya melempar benda berbentuk seperti tombak (lembing) sepanjang 2,5 meter sejauh mungkin. Cabang olahraga ini menjadi populer karena ternyata para pelempar lembing mampu melempar melampaui jarak yang mengejutkan. Lempar lembing sendiri baru disertakan dalam olimpiade modern pada tahun 1908.
Sebenarnya 2 tahun sebelumnya olahraga ini diadakan di Athena, untuk memperingati 10 tahun pelaksanaan olimpiade modern. Hanya saja, olimpiade modern ini belum menjadi olimpiade internasional. Baru pada 1908 lempar lembing muncul di olimpiade internasional resmi di London. Saat itu sudah banyak sekali peminat olahraga ini, terbukti dengan berpartisipasinya 42 orang atlit lempar lembing dari 11 negara berbeda.
Olimpiade lempar lembing internasional pertama dalam sejarah olahraga lempar lembing terjadi pada 17 Juli 1908. Pemenang pertama cabang olahraga ini adalah Eric Lemming dari Swedia. Ia berhasil melempar lembingnya hingga jarak 54,83 meter. Di olimpiade berikutnya yang dilaksanakan di Stockholm pada tahun 1912, Lemming lagi-lagi memenangkan pertandingan dengan lemparan sejauh 61,45 meter.
Olimpiade tidak dilaksanakan pada tahun 1916 karena keadaan dunia sedang kacau akibat Perang Dunia I. Maka olimpiade selanjutnya dilaksanakan pada tahun 1920 di Antwerp. Pemenang cabang olahraga lembar lembing saat itu adalah seorang atlit dari Finlandia, Jonni Myyra. Ia berhasil melempar lembingnya hingga jarak 65,78 meter. Myyra juga memenangkan olimpiade selanjutnya di Paris pada tahun 1924, dengan jarak lemparan 62,96 meter.
Pertandingan cabang olahraga lempar lembing terbesar terjadi pada olimpiade tahun 1928. Saat itu, ada 28 atlit dari 18 negara berbeda yang berpartisipasi. Adapun pemenang di kala itu adalah atlit lempar lembing asal Swedia, Erik Lundqvist, dengan jarak lemparan 66,6 meter. Sejak dahulu hingga tahun 1932, cabang olahraga ini hanya boleh diikuti oleh atlit laki-laki. Barulah pada olimpiade tahun 1932 yang dilaksanakan di Amerika Serikat, untuk pertama kalinya kompetisi olahraga lempar lembing dibuka untuk para atlit wanita.
Adalah Babe Didrikson, atlit lempar lembing wanita asal Amerika Serikat yang mengukir sejarah sebagai pemenang pertama cabang olahraga lempar lembing wanita. Jarak lemparannya adalah 43,68 meter. Kompetisi lempar lembing pria sejak dahulu hingga sekarang dikuasai oleh para atlit dari negara-negara Eropa Barat. Sementara itu kompetisi lempar lembing wanita didominasi oleh para atlit dari Eropa Timur.
 
Sejarah Olahraga Lempar Lembing: Peraturan dan Kompetisi
Seiring dengan semakin profesionalnya permainan lempar lembing sebagai salah satu cabang olahraga, dibuatlah peraturan yang jelas. Peraturan inti mencakup sifat dan karakteristik lembing yang dilempar, termasuk ukuran, bentuk, dan berat minimumnya. Pada kompetisi internasional, atlit pria melempar lembing yang panjangnya 2,6 - 2,7 meter. Lembing tersebut memiliki berat 800 gram. Sementara itu para atlit wanitanya melempar lembing sepanjang 2,2 - 2,3 meter dengan berat 600 gram. Lembing yang digunakan dilengkapi dengan penggenggam selebar 150 mm. Peggenggam ini terletak di bagian tengah lembing.
Tidak seperti cabang olahraga lempar lainnya (lempar cakram, misalnya), teknik yang digunakan untuk melempar lembing diatur oleh peraturan IAAF sehingga para atlit tidak bisa seenaknya mengatur teknik pelemparan sesuai kehendaknya. Lembing harus digenggam di bagian penggenggamnya lalu dilempar tinggi-tinggi, melewati bahu si pelempar. Lebih jauh lagi, atlit dilarang memutar badan sepenuhnya ketika sedang melempar. Hal ini untuk mengantisipasi atlit melempar dengan cara memutar seperti pada lempar cakram.
Lapangan yang digunakan untuk pertandingan lempar lembing internasional harus memiliki lebar 4 meter dengan panjang minimal 30 meter. Setelah melempar, atlit dan para saingannya tidak boleh meninggalkan lapangan. Mereka harus melihat lembing yang dilemparnya menancap di tanah. Saat dilemparkan, atlit pelempar harus melemparnya dengan sudut sekitar 28,96°. Itulah informasi singkat seputar sejarah olahraga lempar lembing. Semoga bermanfaat!
Dari tahun ke tahun lempar lembing masuk di Indonesia, namun tidak banyak yang menyukai atau menggemari olahraga atletik yang satu ini. Meskipun ada atlet lempar lembing Indonesia yang patut dihargai karena menjadi salah satu atlet yang memperjuangkan Indonesia melalui cabang olahraga lempar lembing ini. Baca juga "pengertian, peraturan, dan cara memegang lembing yang benar".

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sejarah perkembangan olahraga lempar lembing masuk di dunia dan Indonesia

1 comments:

  1. Bandar Judi Bola, Live Casino, Agen Poker & Live Game Terbaru dan Terpercaya di Asianbola77
    Gampang Daftar, Gampang Main dan Gampang Menangnya..
    Link daftar : http://asianbola77.com/register
    Prediksi Jitu : http://asian77bola.com/
    BBM : DC8820C7
    1 USER ID UNTUK SEMUA PERMAINAN :
    - SPORTBOOK
    - LIVE CASINO
    - POKER
    - SLOT GAME
    - LIVE GAME

    Segera Bergabung Bersama Kami di Asianbola77
    Promo Menarik Dari Asianbola77
    - Minimal Deposit Rp 25.000
    - Minimal Withdraw Rp 50.000
    - BONUS NEW MEMBER SPORTBOOK 100%
    - BONUS DEPOSIT HAPPY HOUR 09:00 - 21:00 WIB
    - BONUS CASHBACK UP TO 15%
    - BONUS LIVECASINO UP TO 0,8%
    - BONUS ROLLINGAN POKER 0,3%
    - BONUS REFFERAL 2.5%
    Contact Us Now :
    ?? Wechat : Asianbola77
    ?? BBM : DC8820C7
    ?? Wa : +6281244043118
    ?? Line : Asianbola77

    ReplyDelete